Perawatan laser untuk menghilangkan jerawat dan bekas jerawat

Terapi Laser untuk jerawat

Apabila biaya perawatan laser bukan menjadi masalah buat Anda, maka terapi laser bukan hanya diaplikasikan untuk mengatasi bekas luka dan hiperpigmentasi yang ditinggalkan paska jerawat saja, tetapi juga dimanfaatkan untuk peradangan jerawat. Namun perawatan laser untuk jerawat adalah perawatan jangka pendek dan hanya memberikan bantuan parsial. Oleh karena itu, komunitas dermatologis tidak menganggap terapi laser sebagai opsi lini pertama untuk jerawat, dan sebaliknya menyarankan agar mencoba perawatan jerawat lain yang lebih terbukti.

Pemeriksaan dan identifikasi kondisi jerawat serta sensitivitas kulit menjadi faktor yang menentukan sebelum menjatuhkan pilihan kepada terapi laser. Karena bila kulit Anda sensitif, maka semakin kecil kemungkinan perawatan laser menjadi sukses. Bekas jerawat sangat mungkin terjadi, walau akan berakhir mulus kembali dalam beberapa tahun.

Jika Anda telah menggunakan obat jerawat seperti Renova, Retin-A, atau tretinoin topikal, maka kulit di bawah parut jerawat mungkin menjadi tipis. Sehingga penting untuk menunggu setidaknya 6 bulan setelah menggunakan salah satu produk tersebut sebelum menjalani prosedur laser jerawat.
Apabila Anda mempunyai dermatitis kontak, eksim, dan psoriasis, maka terapi laser akan memperburuk kondisi kulit tersebut.
Dan perlu dipertimbangkan juga, bahwa terapi laser selalu membutuhkan beberapa kali kunjungan (biasanya 10 sesi) serta tidak pernah bisa 100% menghilangkan bekas luka jerawat.

Memahami cara kerja laser

Laser adalah pilihan pengobatan yang dilakukan di klinik skincare, yang bertujuan mencegah jerawat ringan sampai sedang. Namun ada juga yang menjanjikan pengobatan jerawat untuk kondisi yang sudah parah (kista / nodul).
Terapi laser cenderung bekerja lebih baik dan memiliki lebih sedikit efek samping pada warna kulit yang lebih terang. Laser bekerja dengan memusatkan cahaya yang menembus kulit. Sama seperti perangkat cahaya di rumah, laser bekerja terutama pada premis merangsang senyawa yang dihasilkan bakteri (dikenal dengan istilah porphyrins). Ketika sinar laser merangsang porfirin maka akan merusak dinding bakteri, yang diharapkan akan efektif membunuh bakteri.
Lebih sedikit bakteri jerawat maka akan membantu mengurangi penyebab jerawat. Perawatan laser juga dapat mengurangi tingkat sebum (minyak kulit). Tingkat sebum yang lebih rendah berhubungan dengan prevalensi dan tingkat keparahan jerawat.

Terakhir, laser mungkin memiliki sifat anti-inflamasi. Karena jerawat adalah akar penyakit radang, mengurangi peradangan dapat membantu mengurangi jerawat juga.

Jerawat terjadi ketika pori-pori di kulit penuh dengan sel-sel kulit mati, minyak, dan bakteri. Mereka kemudian menjadi meradang dan mengakibatkan jerawat tumbuh subur. Ketika ini terjadi jauh di dalam kulit, semua gunk yang terinfeksi akan menyebar di antara jaringan yang lebih dalam, sehingga menghasilkan lesi yang lebih besar.

Tubuh Anda akan membuat kolagen untuk mencoba memperbaiki kerusakan, yang akhirnya mengubah kehalusan dan tekstur kulit Anda. Ini bisa berarti depresi dan indentasi pada kulit atau pembengkakan kulit yang berlebihan. Pada dasarnya ada dua jenis bekas luka: hipertropik dan atrofi.

Hyptertropic – Bekas luka jerawat ini terjadi ketika terlalu banyak kolagen yang diproduksi dan menghasilkan tonjolan kulit, flap kulit atau area seperti punggung pada kulit.

Atrofi – Jenis ini sebaliknya, jaringan hilang selama proses penyembuhan, yang berakibat depresi pada kulit. Ice pick dan boxcar scars ada dalam kategori ini.

Jerawat terjadi ketika pori-pori kulit menjadi penuh dengan minyak, sel-sel kulit mati dan bakteri. Pori-pori menjadi meradang dan akhirnya pecah. Jika dinding pori menyembur lebih dalam di kulit, serpihan yang terinfeksi akan merembes ke jaringan lebih dalam. Akibatnya maka akan menciptakan lesi yang lebih besar.

Bagaimana perawatan kulit laser bekerja

Laser menghasilkan cahaya monokromatik yang intens, yang dibatasi pada gelombang panjang gelombang yang sangat sempit. Cahaya ini tidak berpengaruh pada beberapa zat, dan efek intensitas tinggi pada yang lain. Satu pengaturan mungkin memanaskan hemoglobin tetapi tidak berpengaruh pada sel-sel kulit sekitar. Pengaturan lain mungkin “melelehkan” melanin penyebab pigmentasi kulit di bagian dalam. Sepertiganya bisa menguapkan tinta tato. Dermatologists menggunakan laser untuk menghancurkan zat spesifik pada kedalaman tertentu di bawah kulit.

Efek utama dari sinar laser dalam resurfacing kulit adalah fototermal, memanaskan substansi tertentu di kulit. Proses menggunakan laser untuk menghilangkan cacat pada kulit dikenal sebagai photothermolysis. Sinar laser yang diarahkan terus menerus akan menghancurkan jaringan di sekitar target, sehingga perawatan laser biasanya dilakukan dengan laser berdenyut.

Apakah terapi laser untuk jerawat berhasil?

Para ilmuwan telah menghasilkan beberapa penelitian yang mencoba mengukur level efektifitas laser untuk jerawat. Namun, penelitian ini berhasil kepada sekelompok kecil saja (hanya beberapa orang). Dan hasil penelitian ini berkesimpulan bahwa hasilnya sangat bergantung kepada laporan pasien tentang tingkat keparahan jerawat (yang subjektif), dan sering tidak menggunakan kontrol (jadi tidak ada yang bisa membandingkan hasil).
Hampir semua penelitian menunjukkan setidaknya beberapa perbaikan dalam gejala jerawat, dengan hasil mulai dari 36% hingga 83%.

Kesepakatan di antara para peneliti adalah bahwa hasil perawatan laser bersifat sementara, karena koloni bakteri jerawat tumbuh kembali dengan segera. Hasilnya juga tidak lengkap, yang berarti bila hanya dengan laser saja maka Anda tidak akan benar-benar bersih dari jerawat. Namun, para ilmuwan sedang mempelajari teknik laser baru dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas, mengurangi efek samping, dan memperpanjang hasil perawatan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Efek samping terapi laser

Sebagian besar efek samping terapi laser bersifat sementara dan ringan. Beberapa pasien mengalami rasa sakit atau tidak nyaman selama perawatan. Pasien melaporkan berbagai reaksi kemerahan setelah perawatan, serta beberapa peradangan dan pengelupasan kulit dan kadang-kadang melepuh dan / atau mengeras. Tingkat keparahan efek samping ini bervariasi berdasarkan jenis laser yang digunakan. Semakin dalam laser menembus kulit maka akan semakin parah efek sampingnya.

Kesimpulan

Perawatan laser bukanlah jawaban akhir untuk jerawat. Ada kemungkinan bahwa jika Anda berharap 100% terhadap hasil dari perawatan laser, maka kemungkinan dokter kulit akan menolak Anda sebagai pasien untuk prosedur ini. Karena harapannya yang tidak realistis. Perawatan laser jerawat akan memperbaiki kulit, tetapi tidak pernah menyempurnakannya.

Simak artikel lain dalam menghilangkan jerawat agar Anda bisa lebih pasti menentukan pilihan perawatan yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *